Ihwal

Pondok Pesantren gudangnya humor. Konon kedewasaan beragama di kalangan santri dipupuk antara lain melalui humor. Walaupun ada harapan untuk memetik hikmah dari lelucon-lelucon, situs ini pada dasarnya hanya mengajak tertawa saja.

Secara asal-asalan, website ini dinamai “Terong Gosong”. Nyaris tanpa alasan tertentu, apalagi filosofi yang mulia-mulia. Satu-satunya yang bisa disebut sebagi sumber inspirasi bagi nama itu adalah bahwa terong telah menjadi makanan yang paling populer sepanjang sejarah di lingkungan santri-santri pesantren.

Biasanya, terong dibakar hingga gosong, untuk kemudian dikupas dan dipecelkan sambal terasi, selanjutnya disebut “sambal terong”, untuk dijadikan lauk makan sehari-hari. Sebagai kredo atau semboyan, ditambahkanlah kalimat: “Ketawa secara serius, bukan senda-gurau!”. Kenapa? Karena kalimat itu kedengaran keren, dan lucu dalam cara tidak jelas!

Pengakuan

Website TerongGosong.com ini didirikan oleh Yahya Cholil Staquf dan dikelola bersama Sofian J. Anom. Desain website dibuat oleh Sofian J. Anom.

Yahya Cholil Staquf dulu pernah menjadi Juru Bicara Presiden KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Saat ini sebagai Katib ‘Aam PBNU dan Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang. Facebook: Yahya Cholil Staquf. Twitter: @Staquf

Sofian J. Anom adalah fotografer dan desainer web yang tinggal di Mojokerto. Dulu pernah mondok di beberapa pesantren meskipun tidak semuanya hingga lulus. Facebook: Sofian J. Anom. Twitter: @SofianAnom.