Jaminan

jaminanSaling percaya adalah salah satu penopang harmoni. Di desa, orang masih menikmati kebaikan tetangga-tetangga yang menyaudara dan bisa diandalkan sepenuhnya. Tapi bagi masyarakat individualistis di kota-kota besar, hal itu terasa makin mahal. Hubungan antar-warga didominasi pola transaksional. Dan setiap transaksi menuntut jaminan. Apalagi belakangan ini banyak terdengar kasus korupsi.

Setelah sekian lama hanya mendengar dongengan, tahun ini Ronny yang baru naik kelas nol besar pertama kali diajak orang tuanya mudik. Mbah Darmo, kakeknya, alangkah bahagia, walau pun rumahnya yang tak terlalu besar jadi penuh sesak oleh anak-anak dan cucu-cucu yang mudik bersamaan.

Berkeliling ke rumah-rumah handai-taulan memang melelahkan, tapi suguhan penganan desa yang aneh-aneh menjadi petualangan unik bagi Ronny. Yang paling sensasional adalah mlinjo rebus yang utuh-utuh, suguhan seorang bibi. Di Jakarta Ronny cuma tahu emping. Itu pun jarang-jarang. Melihat Ronny terpesona, si bibi membekalkan sekantung plastik mlinjo untuknya, yang diterima sebagai harta yang amat berharga.

Kembali ke rumah Embah, Ronny kebelet pipis. Tapi bukannya langsung ke kamar mandi, ia malah lari ke sana ke mari seperti bingung. Di ruang tamu, dua sepupu menonton tivi. Di dalam kamar, tiga lainnya merubung iPad, main game. Di dapur, sepupu perempuan menunggui mamahnya masak. Ronny lari ke belakang rumah dan mendapati embahnya sedang leyeh-leyeh di lincak bambu.

Ronny berpikir sejurus, lalu mendekati embahnya.

“Mbah!” ia menepuk, “Embah punya gigi enggak?”

Kakeknya ketawa lebar dan memamerkan segenap isi mulutnya yang kelimis tanpa secuil pun gigi.

“Embah sudah ompong pong, ‘Le! Lho… nggak ada apa-apanya blas!”

Ronny kelihatan puas,

“Kalau gitu aku titip ini ya!” ia mengangsurkan kantung mlinjo kepada embahnya, lalu buru-buru menuju WC.

Ronny pipis dengan tenang, karena yakin Embah tidak mungkin mengorupsi mlinjonya.

6 thoughts on “Jaminan”

  1. laili Asmui says:

    Ya ALLOH
    cekikik-an dewe aku
    ni roni arek kok eram!

  2. nawaitesida says:

    hehehe, isooo mawon critane. Ngasi ngguyu dewe aq

  3. mahinmunawwir says:

    Kalau saja ini jaman papa gebeto orang kita gak pada pesek kali ya?

  4. assafanjany says:

    Cerdas Begadas

  5. ahmadi says:

    sungguh cerita yg indah yg lama saya cari.
    maturnuwun mas yahya

  6. Setiyawan says:

    Tak kiro mbahe rep kon ngopo…jebule kon njagakke mlinjo…hehehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *