Nguwongke Bukan Sekedar Memanusiakan

KH. Ahmad Umar Abdul Mannan

KH. Ahmad Umar Abdul Mannan

Siapa pun akan kecewa jika orang yang dikenalnya ternyata tidak ingat padanya. Rasanya seperti diremehkan. Kan nggak enak banget saat kau sapa orang yang kau kenal baik,

“Apa kabar, Kang?”

Dia malah nanya,

“Sampeyan siapa ya?”

Sebaliknya, tidak mudah bagi orang yang punya terlalu banyak kenalan untuk mengingat semua kenalannya. Lumrah kalau ada satu-dua nama tercecer dari ingatan. Dan pada saatnya, ia pun terpaksa membikin kecewa orang yang dipanglinginya.

Suatu kali datang tamu menemui Kiyai Umar Abdulmannan. Tamu itu bersikap akrab sekali, tapi Mbah Umar pangling padanya. Walaupun telah berusaha keras, beliau tak berhasil mengingat jati diri tamunya. Maka Mbah Umar pun masuk ke ruang dalam dan memanggil santri.

“Ini ada tamu, rasanya sudah kenal banget. Tapi aku pangling”, beliau membisiki santri, “Coba kamu ikut menemuinya di ruang tamu ya. Nanti kamu kenalan dengannya, biar aku ikut mendengarkan. Supaya aku ingat…”

Sang Lembut Hati itu tak tega mengecewakan orang.

Catatan:
Nguwongke = Mengorangkan.

3 thoughts on “Nguwongke Bukan Sekedar Memanusiakan”

  1. Edi Winarno says:

    MEMBACA tulisan di atas saya menjadi malu. Saya menjadi ingat ketika suatu sore, saya hendak bersilaturrahim ke rumah bulik. Dari dalam sebuah toko, tidak jauh dari rumah bulik saya itu, saya dengar ada seseorang memanggil nama saya. Seorang lelaki yang secara usia lebih tua dari saya.

    Ragu-ragu saya mendekat. Sementara sorot matanya sangat mengenal saya, saya malah pangling luar biasa kepadanya. Tetapi saya harus segera menguasai keadaan, dan berbaik sangka bahwa dulu ia adalah teman sekolah.

    “Kita dulu pernah sekelas, kan?” saya menjabat tangannya erat-erat.

    “Iya. Aku gurumu.”

    (Derrr!!! Matik aku!)

  2. KANG JULI says:

    hahahaha yg bkin ktwa malh crita yg komen,

  3. ahmad subuh says:

    Mas edi bangeti temen.mosok karo gurune sampek pangling.ki contoh sing gk perlu ditiru,hahaha…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *