Bertukar Tipu dengan Setan

Tengah malam Kiyai Bisri Mustofa mengajak santri liwetan-sambel-terong-gosong dan beliau makan dengan lahap sekali, sampai-sampai santri-santrinya merasa sungkan memuluk nasi dari nampan yang mereka kepung bersama. Bersendawa sambil mengelap keringat usai makan, Kiyai Bisri tertawa kecil.

“Kena setan kukerjain habis ini!” katanya.

Santri-santri terpancing ketertarikannya. Kiyai Bisri sengaja membuat jeda, membiarkan santri-santrinya penasaran menunggu kelanjutannya.

“Tadi itu setan membujukku makan banyak-banyak, kuturuti”, lanjut Kiyai Bisri, “Sejak awal aku sudah tahu, setan mau menjebakku. Dia pasti berharap, sesudah kenyang aku akan tidur lelap. Padahal aku sedang banyak ide ini. Aku nggak bakalan bisa tidur. Habis ini aku mau nulis sampai subuh. Biar setan gigit jari!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *