Makian Mesir

Orang Mesir Ngamuk

Orang Mesir Ngamuk

Seorang budayawan Mesir memuji kehalusbudian Bangsa Indonesia,

“Mereka tak punya kalimat (yang cukup buruk –pen.) untuk memaki”, begitu katanya,  “yang ada cuma daftar nama-nama binatang. Itu biasa saja. Toh pada dasarnya manusia itu binatang juga. Dan ‘kurang ajar’?. Itu nyaris bukan makian. Itu hanya berarti: ‘perlu tambahan ajar supaya tidak kurang lagi’!”

Berkebalikan dari Indonesia, khazanah caci-maki bangsa Mesir bisa dikumpulkan menjadi satu kamus tersendiri. Seorang mahasiswa Al Azhar asal Ponorogo tertarik untuk menghafalkannya sebanyak mungkin karena ada anggapan bahwa tingkat pengusaan suatu bahasa diukur dari kemahiran bertengkar dengan menggunakan bahasa itu. Selanjutnya, ia pun ingin menguji dirinya sendiri.

Bergelatungan di atas bis kota Kairo yang sesak, ia membisiki Gus Mus,

“Kang, aku kepingin bertengkar dengan orang Mesir disebelahku ini. Nanti kalau sudah memuncak, tolong sampeyan serukan sholawat ya!”

Orang Mesir punya kebiasaan bertengkar dengan kata-kata sekasar-kasarnya, tapi begitu ada yang menyeru, “Sholluu ‘alan Nabi!”, mereka akan serta-merta berdamai, saling memaafkan dan berangkulan.

Belum lagi Gus Mus menyatakan setuju, Mahasiswa Ponorogo sudah menginjak kaki si orang Mesir. Maka dimulailah adu mulut yang kian lama kian menghebat dan mahasiswa kita pun mengeluarkan segenap hapalannya.

Saat hapalan mulai menipis, ia melirik-lirik Gus Mus, mencoba memberi kode “sudah waktunya sholawat”. Tapi yang dilirik pura-pura cuek. Sampai akhirnya makian macet dan orang Mesir yang geregetan mencengkeram kerah baju mahasiswa kita dan mengangkat badannya yang kecil-pendek hingga kakinya menggantung di awang-awang.

Banjir keringat dingin, mahasiswa kita berteriak-teriak panik,

“Kang! Cepat Kaang! Ayo cepat Kaaangng!!!”

Jatuh iba oleh keadaan temannya, Gus Mus akhirnya berseru juga,

“Sholluu ‘alan Nabi!”

Allaahumma sholli wa sallim wa baarik ‘alaih wa ‘alaa aalih…

7 thoughts on “Makian Mesir”

  1. ikazdamha says:

    ha ha ha ha…kalau di indonesia “Shollu ‘alan NAbi” artinya “silahkan pulang, acara udah selesai”…..

  2. Bisri Mustofa says:

    Kalau di tempat saya langsung srakalan ngadek nganti kiyu rasane.

  3. @yatno says:

    kalo ditempatku… kalo udah shollu ala nabi… ngangkat berkaattt… kekekekek

  4. Moh. Kahfi Zamzami says:

    mahasiswa itu bernama KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo. :D

  5. Ulil albab says:

    Klo d kmpusq ada ucpn shollu ‘ala nabi malah d anggap bid’ah, apes2…:-((

  6. kaosborju says:

    seorg pengikut habib dalam tanda kutib, bilang: mmgnya org arab bisa misuhmisuh?

  7. Imam Muhtar says:

    Kalau ditempatku setelah shollu ‘alaih cepet-cepetan keluar rumah yang ngudang sambil bawa berkat ahhahahaha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *