Hadits Asy’ab

Ternyata mengumpulkan hadits itu bid’ah! Sayyidina ‘Umar bin Al Khatthab r.a. bahkan pernah melarang orang meriwayatkan hadits karena kuatir dirancukan dengan ayat-ayat Al Quran. Pengumpulan hadits secara sistematis baru dimulai pada pertengahan era tabi’in, yaitu pada abad ke-2 Hijrah, pada masa kepemimpinan ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz dari dinasti ‘Umayyah. Diantara pionirnya adalah “Al Muwattha'” karya Imam Malik bin Anas r.a.. Penelitian dan pengumpulan hadits-hadits shahih secara lebih ketat baru dilakukan pada abad ke-3 Hijrah, oleh generasi Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Pada masa-masa awal era tabi’in, periwayatan hadits bahkan dianggap gawat karena ditengarai muncul sejumlah hadits palsu yang dikreasi demi kepentingan politik atau kepentingan pribadi lainnya, sampai dengan sekedar untuk gagah-gagahan.

Pada masa itu di Madinah hidup seorang tua slengean –yang bahkan terkenal rakus– bernama Asy’ab.

“Engkau ini termasuk sesepuh yang mengenal banyak ulama tabi’in, bahkan bergaul dengan sejumlah shahabat. Mestinya ada barang satu-dua hadits yang bisa kau riwayatkan?” seseorang bertanya kepadanya.

“Baiklah”, Asy’ab menjawab mantap, “dengarkan ini: telah menceritakan kepadaku Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas dari Kanjeng Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam, beliau berkata: ‘Ada dua sifat yang tidak akan berkumpul dalam diri seorang mukmin!'”.

“Dua sifat itu apa saja?”

“Yang satu, aku lupa…”

“Satunya lagi?”

“Nha! Yang itu… Ikrimah-nya lupa!”

__________________________

Catatan:

Asy’ab adalah tokoh satir yang amat terkenal dalam khazanah budaya Arab. Ia digambarkan sebagai seorang yang amat rakus (tamak) sehingga dijadikan personifikasi dari ketamakan itu sendiri. Maka muncullah idiom:

أَطْمَعُ مِنْ أَشْعَب
(lebih tamak ketimbang Asy’ab)

sebagai ungkapan untuk menunjuk (mencela) siapapun yang keterlaluan sifat tamaknya.

Ada banyak riwayat aneh-aneh tentang tokoh Asy’ab ini. Semoga nanti ada kesempatan untuk menampilkan petikan kisah-kisah itu di situs Terong Gosong ini. Insyaallah.

3 thoughts on “Hadits Asy’ab”

  1. dian indrianto says:

    saya tunggu Gus….

  2. Bisri Mustofa says:

    kapan gus dipubish?

  3. ibnumm79 says:

    Nuwun sewu Gus, barangkali ada sekedar referensi, seperti bagus kalau ditampilkan..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *