Muhammad Ronny's (Assorted Terong)

Muhammad Ronny... percaya syukur, nggak percaya ya sudah...

Muhammad Ronny adalah seorang pedagang pakaian asal Desa Pekajangan, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Ia menjajakan pakaian secara berkeliling dan telah memiliki langganan di berbagai kota. Jangkauan pasarnya bahkan telah mencapai Rembang.

Muhammad Ronny menunjuk “Burdah” sebagai musik kesukaannya. Adapun buku-buku, yang paling disukainya adalah “Buku Gambar”. Ia pun mengaku tertarik kepada “Sepor Tebu”.

Untuk menggambarkan dirinya sendiri, ia membuat uraian sebagai berikut:

“aku seorang kapiten mempunyai pedang panjang dan berjalan prok.,.prok.,.,prok.,.,.”

Untuk menghiasi aktifitas sehari-harinya, yaitu “ngukur dalan” –kalau tidak hujan biasanya dapat lima kilo, tapi kalau hujan memang agak nahas, dapatnya tidak sampai satu kilo– dan “marung”, Muhammad Ronny gemar me-ngoplak alias ngocol secara njeplak. Dilihat dari koplaknya, jelas ia amat berbakat dan berpeluang untuk meniti karir sebagai pengoplak profesional. Berikut ini adalah berbagai macam (assorted) pilihan khazanah koplak yang telah ia sumbangkan sebagai amal jariyah untuk memakmurkan laman Terong Gosong (setelah ditulis ulang):

 

ZIARAH

Temannya Ronny –Slamet?– maniak wali. Dimana pun ia dengar ada kuburan wali, pasti didatangi, walaupun belum tahu siapa walinya. Tanpa tanya-tanya dulu, ia langsung tahlil dan tawassul di sebuah kuburan keramat. Selesai doa, baru ia sadar kalau didekat kuburan itu ada kuburan lain yang panjangnya luar biasa, jauh melebihi ukuran lazimnya.

“Wah, khoriqul ‘adah ini!” pikirnya, “Ini pasti lebih keramat. Mungkin kuburan gurunya Mbah Wali…”

Tanpa buang waktu, ia pun langsung bertahlil dan bertawassul lagi di “kuburan maksi” itu.

Keluar dari komplek pemakaman, barulah ia bertanya kepada juru kunci.

“Yang dimakamkan disitu itu wali siapa ya, Pak?”

“Oh, itu Mbah Sunan”, jawab juru kunci.

“Kalau yang panjang sekali itu makam gurunya?”

Juru kunci nyengir,

“Bukan! Itu kudanya”.

 

CALON PEGAWAI

Melamar kerja ke PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api), Slamet harus mengikuti wawancara psikotes.

“Kalau ada dua rangkaian kereta api datang dari dua arah di jalur yang sama, apa yang Anda lakukan?”

“Saya lari ke tuas pemindah rel untuk membelokkan salah satu kereta!”

“Kalau tuasnya rusak?”

“Saya lari ke kantor, lapor Pak Kepala pakai telepon kantor!”

“Kalau telepon kantor rusak?”

“Saya lari ke wartel!”

“Kalau telepon wartel rusak?”

“Saya lari pulang!”

“Kok malah pulang? Ngapain?”

“Nyari embah saya!”

Pewawancara bingung,

“Apa hubungannya?”

“Embah saya sudah umur 80 tahun belum pernah lihat sepur tabrakan…”

 

BE’OL

Slamet memang kampungan, tak tahu artinya gambar-gambar penanda khusus laki-laki dan khusus wanita di WC umum. Kebelet be’ol di terminal kota, ia sembarangan masuk WC khusus wanita. Seorang gadis cantik jelita yang kebetulan masuk bersamaan terus-menerus memandanginya. Slamet jadi berdebar-debar.

“Apakah dia naksir padaku?”

Slamet hendak menyapa, tapi si gadis keburu masuk bilik kakus. Slamet pun memilih bilik yang tepat di sebelahnya.

“Bagaimana keadaanmu, Mas? Sehat?” terdengar suara si gadis bertanya dari bilik sebelah.

Slamet kaget, tapi berbunga-bunga.

“Oh! Sehat, Dik! Ini tadi cuma kelamaan ngampet jadi muka saya pucat”, ia menjawab riang.

“Nanti malam main ke rumah dong! Bisa?”

Hampir saja Slamet pingsan karena girang!

“Bisa! Bisa! Alamatnya mana?”

Pikiran Slamet melayang. Aduhai! Hoki apa gerangan yang mendatanginya hingga begitu beruntung hari ini?

“Sudah dulu ya, Mas!”

Slamet heran dan gugup,

“Lho? Alamatnya?”

Suara dari bilik sebelah berubah jengkel sekali.

“Sudah, sudah, Mas! Saya tutup dulu! Nanti telepon lagi! Ini ada orang sinting be’ol di sebelah ikut-ikutan nyautin!”

7 thoughts on “Muhammad Ronny's (Assorted Terong)”

  1. kji sam soe says:

    numpang ketawa . . . xixixixixixixixixixi…i…i…..i

  2. Agus Emje says:

    ha ha ha… benar-benar koplak……

  3. M. Hasyim Asy'ari says:

    Boleh nge”post” humornay mboten gus???

  4. Susilowati Ahkam says:

    kata suami saya yang pernah sekolah bareng dengan Gus Ronny, dari tk-sampai SMP, Gus Ronny ini memang sudah ditakdirkan untuk koplak sejak lahir. tapi bakat koplaknya mulai kelihatan menonjol sejak lulus SMP. heheheh…
    Oh iya sekalian ralat ya mas Admin Terong Gosong (Yahya C. Staquf) Gus Ronny ini adalah seorang pedagang pakaian asal Desa Paesan, Kelurahan Kedungwuni Barat, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.
    Maturnuwun

  5. wahid says:

    klo yang ini pernah baca….

  6. iqbal says:

    mangstabz….

  7. muchtar says:

    Hehehe… cerita tentang kampungan emang gokil dah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *