Tua

rapat-nu

WAKTU

dari waktu ke waktu
aku kian tu
a

dari waktu ke waktu
cintaku tetap mu
da

dari waktu ke waktu
menunggu
nya

– Lan Fang

* * * *

Rapat Pleno Pengurus Besar Nahdlatu Ulama di Pondok Pesantren Krapyak, hari kedua. Komisi Khusus yang membahas masalah-masalah strategis diikuti oleh sebagian besar Pengurus Syuriyah dan sejumlah pejabat teras dari Tanfidziyah. Mengingat sifat strategisnya, Ketua Umum, Prof. Dr. K. H. Said Aqil Siroj, menunggui langsung. Sedangkan dari jajaran Syuriyah hadir pula seorang rois yang beristeri dua.

Diantara item yang kemudian disepakati adalah suatu canangan startegis, tapi dari segi pengelolaannya amat “bernuansa teknis”. Forum meminta Rois Syuriyah yang beristeri dua itu untuk memimpin dan menanggungjawabi pelaksanaan canangan itu karena beliau memiliki track record manajerial yang paling keren. Tapi beliau menolak,

“Ah, jangan saaya laaaah… saya sudah tuaaa…”

Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Kiyai Masduqi Mahfudh langsung menggenjot,

“Kalau urusan begini ngakunya sudah tuu… aaaaaaa…..!!!!”

10 thoughts on “Tua”

  1. Bisri Mustofa says:

    Ha ha ha nganti kesel. Kang Yahya! Memang lumrah orang tawaduk kalu dikasih tugas ampun kula lah. itus sebenarnya mau sebab tidak mungkin direbut yang lain. beda lagi urusan isteri, karena takut keduluan orang, langsung siap. hahahahah

  2. Ayik H. Arif says:

    pelik…
    tapi menggelikan juga :)

  3. Aries Arifin says:

    turut berduka cita atas meninggalnya ibu Lan Fang
    puisi2 ibu akan tetap dikenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *