'Yai Wim (Bukan Kiyai MudaWIM)

His Excellency Kris Bossaert, Konsul Jenderal Kehormatan Republik Indonesia untuk Kerajaan Belgia –beliau sosok yang menarik sekali dan kisahnya akan menjadi catatan tersendiri, insyaallah—membawa kami ke ruang tengah rumah yang cukup mungil itu. Disitulah, di salah satu kursi yang mengelilingi meja pertemuan, duduk seorang pemuda bule bertampang gaul sekali. Taksiranku, ia sekurang-kurangnya 5 tahun lebih muda dariku. Rambut cepak, cambangnya keren, kemeja lengan panjang dibalut rompi hitam dan dasi yang tidak berkesan terlalu resmi, lebih-lebih dikombinasi dengan celana jins biru belel dan sepatu kets.

Anak muda itu serta-merta berdiri menyambut kami dan Gus Mus agak kaget mendengar tahni’ah bahasa Arab meluncur dengan fasih dan indah dari sela-sela senyumnya.

Wim van Ael, namanya, Belgia asli dari etnis berbahasa Belanda –Belgia “terbelah” antara etnis berbahasa Belanda dan etnis berbahasa Perancis. Terlahir Katholik Roma, yatim sejak kecil, dan harus mengikuti ibunya pindah ke Dubai, UEA, karena tuntutan kerja. Ketika ia menginjak 15 tahun, ibunya masuk Islam dan mengajaknya serta, tapi ia tidak mau dan ibunya tak memaksa. Bahwa kemudian ia banyak belajar tentang Islam, itu karena ia maniak buku dan kesengsem pada segala macam pengetahuan. Dan pada usia 17 tahun,

“Cahaya menyentuh ruhku”, katanya.

Ia masuk Islam.

Ia pun lantas mengejar pengetahuan tentang Islam ke Khartoum, Sudan, belajar disana dua tahun, lalu ke Amman, Yordania, menghabiskan 4 tahun sebelum diangkat menjadi imam di salah satu masjid di Amman. Dua tahun mengabdi di Amman, ia pulang kampung untuk mengurus sebuah masjid di kampung halamannya, Masjid Koepel di Antwerpen, Belgia.

“Kanjeng Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam diutus untuk menyempurnakan kemuliaan-kemuliaan akhlak –‘Innammaa bu’itstu liutammima makaarimal akhlaaq’”, ia menyitir sebuah hadits, “itu berarti beliau mengakui bahwa sebelum Islam atau diluar Islam sudah ada kemuliaan-kemuliaan akhlak. Missi beliau bukan untuk menghancurkan apa yang ada demi membangun sesuatu yang sama sekali baru, tapi menyempurnakan yang sudah ada itu…”

Wah, menarik ini!

“Bagi kita, itu juga berarti bahwa ada kemungkinan terdapat kebaikan-kebaikan ‘di luar Islam’ yang belum kita kenali dan kita perlu belajar darinya. Qabil belajar dari burung tentang cara memperlakukan mayat, yang kemudian menjadi bentuk peradaban manusia paling dasar hingga kini, bahkan disyari’atkan oleh agama: mengubur. Kalau kepada burung saja manusia harus belajar, lebih-lebih lagi kepada sesama manusia, walaupun berbeda agama atau keyakinannya!”

Dahsyat!

“Diatas segalanya, Gusti Allah tidak mengutus Kanjeng Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kecuali sebagai (wujud) rahmat bagi semesta alam, bukan hanya bagi kaum mukminin atau muslimin saja!”

Gus Mus berbinar-binar,

“Eropa membutuhkan banyak orang yang berpikir dan bertindak seperti Anda!”

‘Yai Wim tiba-tiba ngungun,

“Sayangnya, kebanyakan imam masjid tidak berani mengatakan seperti yang saya katakan”, katanya dengan nada sedih, “mereka kuatir dikafirkan oleh kaum radikal…”

Ruangan senyap dicekam keprihatinan. Memang menyedihkan ketika kau sadari, begitu banyak orang keblinger di dunia ini. Apakah sebutan yang lebih tepat untuk orang-orang yang ngotot mengunyah bungkus sambil mengingkari isi?

“Mereka mengingkari akhlaq haqiqi dan mencari identitas pada sorban dan jubah”, kata Gus Mus, “mereka lupa, bukan cuma Kanjeng Nabi yang bersorban dan berjubah. Abu Jahal juga pakai sorban dan jubah!

11 thoughts on “'Yai Wim (Bukan Kiyai MudaWIM)”

  1. Ahmad Abdul Wahab Naf'an says:

    Salut….
    Dari Santri Khartoum Sudan

  2. Anas Kurniawan says:

    “Kanjeng Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam diutus untuk menyempurnakan kemuliaan-kemuliaan akhlak –‘Innammaa bu’itstu liutammima makaarimal ahlaaq’”, ia menyitir sebuah hadits, “itu berarti beliau mengakui bahwa sebelum Islam atau diluar Islam sudah ada kemuliaan-kemuliaan akhlak. ==> Sebelum Islam Kapan?? bukan kan nabi Adam seorang muslim.?? apakah ada kebaikan di luar Islam?? apakah Islam tdk bisa melingkupi semua kebaikan?? contoh sederhana jujur, apakah ini kebaikan islam atau bukan. jawabnya iya jujur kebaikan milik islam dan jujur juga kebaikan diluar islam kerena agama selain islam juga ada yg mengajarkan kejujuran. nah sekarang coba cari kebaikan yg ada di luar Islam dan yg di Islam tdk ada! kamu pasti tidak akan dapat menemukannya. karena di Islam berkumpul semua kebaikan. ini sesuai dengan slogannya rahmatan lilalamin

    1. Anonim says:

      Sebelum Islam Kapan?? bukan kan nabi Adam seorang muslim.?? apakah ada kebaikan di luar Islam?? apakah Islam tdk bisa melingkupi semua kebaikan?? contoh sederhana jujur, apakah ini kebaikan islam atau bukan. jawabnya iya jujur kebaikan milik islam dan jujur juga kebaikan diluar islam kerena agama selain islam juga ada yg mengajarkan kejujuran. nah sekarang coba cari kebaikan yg ada di luar Islam dan yg di Islam tdk ada! kamu pasti tidak akan dapat menemukannya. karena di Islam berkumpul semua kebaikan. ini sesuai dengan slogannya rahmatan lilalamin ==> Kok saya bingung. Maksudnya diluar Islam tidak ada kebaikan? Kalau statemennya dimaknakan: setiap ajaran Islam adalah kebaikan, setuju. Namun kalau tidak ada kebaikan yang berasal dari luar Islam, kok aneh? Bukankah Piagam/Traktat Madinah juga mendukung budaya2 lokal yang baik?

    2. Anas Kurniawan says:

      Kok saya bingung. Maksudnya diluar Islam tidak ada kebaikan? Kalau statemennya dimaknakan: setiap ajaran Islam adalah kebaikan, setuju. Namun kalau tidak ada kebaikan yang berasal dari luar Islam, kok aneh? Bukankah Piagam/Traktat Madinah juga mendukung budaya2 lokal yang baik? ===> jangan bingung. ini mudah dipahami kok. kalau anda jeli baca contoh nya, anda akan menemukan jawabannya. saya ulang contoh sederhana “JUJUR”, apakah ini kebaikan islam atau bukan? jawabnya iya jujur kebaikan milik islam dan jujur juga kebaikan diluar islam kerena agama selain islam juga ada yg mengajarkan kejujuran. ISLAM ada sejak adanya manusia itu sendiri. jadi dari sini semua kebaikan yg di “di miliki” oleh kelompok yg di luar Islam awalnya di ajarkan oleh ajaran Islam (kebenaran bersumber dari Allah). Bukankah Nabi dan Rosul di utus untuk memperbaiki kaum yg sudah menyimpang dari Kebaikan(ISLAM) untuk kembali kepada ISLAM. dan benar statemen “SETIAP Ajaran Islam adalah Kebaikan”

    3. achmad says:

      mas anas ini contoh hidup yg dikatakan oleh Gus Mus, dia merasa pa yg dipelajarinya adalah satu2 sumber, coba kalo orang diluar islam bilang tunjukin ayat di qur’an mengenai metoda pembelahan atom, pasti ni org pontang ponting nyari di Qur’an padahal didalam qur’an memang tidak ada dan akhirnya ya gothak gathik mathuk memperkosa ayat2 qur’an dengan tidak digunakan sbagaimana mestinya.

  3. شر جاء نا SARJANA says:

    Buat Anas Kurniawan… Mau tanya aja, kira-kira nama KURNIAWAN itu dari Islam nggak yaa ????

  4. Sri Gunarso says:

    cak anas kurniawan… islam yang diaksud dalam kata-kata gus wim adalah islam yang bersyariat terkini … bukan islam hakiki yang bersyariat nabi-nabi sebelumnya …. gitu aja kok dipersoalkan … orang jepang yang beragama shinto yang punya semangat tinggi akan kedisiplinan dan kerapian sebelum nabi muhammad saw. lahir apakah cak anas sebut islam? orang kong hu cu yang punya semangat menghormati orang tua sejak sebelum nabi muhammad saw. lahir apakah juga disebut islam? itulah yang disebut akhlak2 mulia sebelum kanjeng nabi lahir sebagaimana yang dimaksud gus wim.

  5. Agnesia Fransiska says:

    Anas Kurniawan@ wanita jepang yg beragama Shinto dìkenal sgt patuh pda suaminya, dan wlaupun mrka brpendidikan tinggi tp mrka tidak mninggalkn fitrahnya sbg wanita. Apakah mrka belajar Islam? Nggak kan? Justru Islam yg skrg nyontohin korupsi brjama’ah!!

  6. Wibisono Tan says:

    wah kalo yang ini memang Suejuk, beda dengan yang tukang marah2 hehehehe

  7. nugie says:

    mas anas ini sepertinya rodo ndelek ini…..leh ngising wis dicawiki urung mas?

  8. momon says:

    akhi anas ini mungkin masih ponakannya tuhan, jd merasa punya hak paling bener sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *