Manaqib Kyai Kholil Bisri Rembang

Kyai Cholil Bisri

Kyai Cholil Bisri

FRAGMEN I: SANTRI MBELING DI LIRBOYO

Sewaktu mondok di Lirboyo, partner mbeling terdekat Kyai Kholil adalah Gus Mik (Kyai Hamim Jazuli). Pernah, ditengah pelajaran Madrasah, Santri Kholil yang tempat duduknya didekat jendela, disapa Gus Mik dari luar.

“Keluar, Gus!” kata Gus Mik, setengah berbisik.

“Ada apa?”

“Nonton bioskop… ada filem bagus!”

Santri Kholil ragu,

“Masih pelajaran ini…”

“Lompat saja!”

Ketika guru menghadap papan tulis, Santri Kholil melompat keluar dari jendela. Santri-santri lain tak berani menegur tingkah gus-gus itu.

Jauh di belakang hari, ketika Gus Mik sudah melejit reputasinya sebagai seorang wali keramat yang khoriqul ‘aadah, ditengah-tengah Konbes NU di Pondok Pesantren Ihya ‘Ulumuddin, Kesugihan, Cilacap, seorang kyai Kediri yang dulunya juga anggota geng santri mbeling di Lirboyo mendatangi Kyai Kholil di penginapan.

“Dapat salam dari Gus Mik, Gus”.

“Lhah, dia nggak ikut Konbes?”

“Datang sih…”

“Mana orangnya? Kok nggak nemuin aku?”

“Nggak mau. Sampeyan tukang nggasak (tukang meledek) sih… kalau sampeyan ledek, bisa-bisa badar (gagal) kewaliannya…”

***

FRAGMEN II: WALI ANYAR (WALI BARU)

Suatu kali, Mbah Lim (Kyai Muslim Rifa’i Imam Puro, Klaten) yang terkenal wali, datang mengunjungi Gus Mus. Seorang pendhereknya (santri yang mengikutinya) diutus untuk memberi tahu Kyai Kholil.

“Mbah Lim ada di rumah Gus Mus, ‘Yai”, kata si pendherek, “panjenengan dimohon menemui…”

“Nggak mau! Sama-sama walinya kok!”

Setelah dilapori, Mbah Lim segera beranjak menemui Kyai Kholil. “Sesama wali” berangkulan sambil tertawa-tawa.

“Wali anyar… wali anyar…”, kata Mbah Lim, “bodong ‘ki… bodong ‘ki…”

***

FRAGMEN III: VOTING

Konbes NU di Bandarlampung kebingungan memilih Rais ‘Aam baru. Kyai Achmad Shiddiq telah wafat, Kyai Ali Yafie mengundurkan diri. Kyai Yusuf Hasyim, calon terkuat, didelegitimasi keponakannya sendiri.

“Pak Ud itu bukan ulama, tapi zu’ama”, kata Gus Dur, “beliau termasuk santri korban revolusi… ngajinya kocar-kacir!”

Konbes pun kehilangan arah.

Dikerumuni wartawan, Kyai Kholil melontarkan statement,

“Istikhoroh saja!”

“Bagaimana caranya?” wartawan bertanya.

“Pilih 40 orang kyai ahli riyadloh (tirakat). Beri kesempatan mereka beristikhoroh. Sesudah itu, saling mecocokkan isyaroh yang didapat masing-masing…”

Wartawan tak puas,

“Kalau diantara 40 kyai itu hasil istikhorohnya berbeda-beda bagaimana?”

Jawaban Kyai Kholil mantap:

“Ya divoting!”

12 thoughts on “Manaqib Kyai Kholil Bisri Rembang”

  1. Wong Kondeso says:

    Boleh diCOPAS apa nggak Gus, untuk meredakan ketegangan di http://ummatiummati.wordpress.com/

  2. Yahya C. Staquf says:

    Silahkan

  3. Rustam says:

    Mbeling dhisik, lagi dadi wali. Opo kudu dadi wali dhisik, terus lagi katon mbeling. Masalahe, rumangsaku aku wis mbeling, ora ndang dadi wali?

    1. abbiyan alwidadi says:

      Masalahe kowe gur mbeling…..lha kapan waline????????

  4. ayqon says:

    Gus.. Ndak punya cerita tentang Alm. Lek yus Jember Gus? Apa saya kirimi Gus..?

  5. syaiful says:

    Nderek COPAS

  6. awan says:

    carane pie yo dadi wang alim…..sing jejek imane….

  7. putra salafi says:

    copas ah… nuwun ijin mbah yai…

  8. Awiy bozox says:

    Ada cerita gus maksum lirboyo g’ nieh

  9. nur faizin says:

    Alhamdulilahirobbil’alamiin

  10. LUKMANUL HAKIM says:

    YA ALLAH……..NIKMATNYA JADI ORG NU…..NIKMATNYA MENGIKUTI CANDA DAN SERIUS PARA KYAI…….

  11. moh.bisri says:

    Banyak yg salah persepsi terutama kelompok wahabi salafi yg membid’ah kan laku sufi..padahal akhir2 ini klpk inipun sdh taqiyyah dg mengaku ahli sunnah dan terakhir jg sdh berani menambah wal jama’ah.( ini pengakuan langsung dr seorang ustadz ke saya)..saya bilang anda ini anti sufi anti wali tp skrg para ustadz di roja tv sdh sering bicara topik akhlak dan seluk beluknya..tp kalau mrk dengar nama gus dur, gus mik, dan nama waliyulloh lain langsung dicap sesat..padahal sebenarnya para wali ini sebenarnya tidak peduli dirinya di sebut wali atau bukan. Gus Mik mendirikan komplek makam para auliya’ di kediri tentu bkn dg maksud eksklusifisme tp para ulama panutan ini ingin sekedar mengajak segenap umat manusia ini bisa merasakan sebuah kesadaran akan sebuah nikmat yg beliau sdh 100% yakini bahwa hanya Allahlah yg bisa menyntaskan rasa dahaga manusia akan hidup nikmat damai tenteram..walaupun dari kacamata lahir terlihat tdk berbeda dg kehidupan dunia lainnya yg tdk pasti, kacau, lapar, dan membosankan..kepada Allah lah para guru wali kita ini yg jumlah insyaallah msh banyak, adal anda mau berniat melangkah Allah akan tunjukkan ketemu dg para wali Allah ini..krn para wali ini ingin mengajak kita semua merasakan hamba yg di cinta oleh Allah lalu terus mensyukurinya tidak usahlah mengejar menjadi orang beriman yang igin mencintai Tuhan..terlalu jauh dan berbahaya..( inilah sumber fanatisme atas nama Tuhan yg melahirkan radikalisme)..tp kalau ingin mencintai cukuplah kita mencintai orang2 yg di cintai Allah..yaitu Kanjeng Nabi, para ulama waliyullah krn sebenarnya para nabi dan wali ini kenapa dicintai Allah krn mereka semua sangat mencintai umat manusia dan segenap makhluknya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *