Irodah

“Doa itu mustajab kalau disertai irodah”, kata Kiyai Misbah Mustofa. “Irodah” artinya kehendak.

Seseorang datang kepada Kiyai Mubin Shoimuri rohimahullah di Pondok Pesantren As Siroj, Penularan, Solo.

“Saya mohon pangestu, ‘Yai”.

Kiyai Mubin acuh tak acuh,

“Minta pangestu kok sama saya”.

“Saya mohon didoakan agar bisa segera naik haji”.

Kiyai Mubin terdiam beberapa saat, lalu tiba-tiba beranjak melongok ke jendela.

Di tepi jalan depan rumah, terparkir sebuah mobil Suzuki Carry yang kinclong. Plat nomornya masih “XX”, pertanda mobil baru keluar dari toko. Penampilannya kontras sekali dengan mobil milik Kiyai Mubin sendiri di pelataran, yang sama merek dan tipenya, tapi sudah mblakrak laksana kompor dikasih roda.

“Itu mobil punya siapa?” Kiyai Mubin menunjuk mobil baru.

“Punya saya, ‘Yai”.

“Berapa kamu beli?”

“Sekitar 50 juta”.

“Bawa masuk! Tukeran sama punyaku. Nanti kamu aku kasih duit cukup buat naik haji!”

Tamunya melongo.

“Wah… ya jangan, ‘Yai…”

Kiyai Mubin mencureng,

“Kamu ini katanya pengen naik haji, punya duit kok malah buat beli mobil!”

3 thoughts on “Irodah”

  1. Anonim says:

    betul betul betul…

  2. Shofi Elfach says:

    hahhaahaa….
    Yainya lucuuuuuuuuuu skaliii..
    ngakak guling2 =))

  3. Shofi Elfach says:

    hahahahha…
    ngakak guling2 =))

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *