Calon Wali

Gus Mus dan Gus Cholil

Gus Mus dan Gus Cholil

Sebelum mondok di Krapyak, Yogya, Gus Mus dan Gus Kholil muda sempat mondok di Lirboyo, Kediri. Pada waktu itu Lirboyo terkenal gudangnya ilmu hikmah dan kanuragan. Maka dua santri kakak-beradik ini pun tak ketinggalan, getol mesu diri, tirakat, menekuni gemblengan untuk mempelajari berbagai ilmu kejadugan.

Sampailah akhirnya kesempatan pulang kampung di waktu liburan. Sebagai orang-orang “dhugdheng alu gembreng”, dua bersaudara ini pulang ke Rembang dengan bersengaja mengenakan pakaian dan perhiasan yang menegaskan kejadugan mereka:

  1. Rambut gondrong sampai ke punggung pertanda tak mempan dicukur
  2. Baju kutung dan celana komprang sebatas dengkul, semua serba hitam, khas pendekar
  3. Ikat kepala batik dan terompah kayu yang tebalnya hampir sehasta yang mungkin mereka kira mirip kepunyaan Sunan Kalijaga; dan lain-lain.

Sepanjang perjalanan, mereka benar-benar bergaya super-pendekar yang membuat jerih siapa pun disekitarnya. Memandang langsung kepada mereka pun orang tak berani, takut dikira nantang.

Tak dinyana, begitu sampai di rumah, Mbah Bisri, ayahanda mereka marah besar!

Segala pakaian dan perhiasan kependekaran mereka dilucuti dan dibakar. Karena tak ada yang mampu mencukur rambut mereka —benar-benar jadug rupanya, Mbah Bisri sendiri yang turun tangan membabat habis rambut mereka. Pendek kata mereka divonis harus berhenti main jadug-jadugan!

Kenapa Mbah Bisri melakukan semua itu?

“AKU SAJA CUMA KIYAI KOK KALIAN MAU JADI WALI!”

Kakak-beradik itu akhirnya dipindahkan mondoknya ke Krapyak, Yogya.

9 thoughts on “Calon Wali”

  1. kays mukhollad says:

    hahahahaha – akhirnya Mondok di KRAPYAK gudangnya ilmu Hikmah

  2. nafioding says:

    podo guru ojo nganggu,hahaha!
    walaupun sama produk tapi tetap beda jenis.

  3. man war udin says:

    Wong jadug rung mesti ngalim..tp nek wong ngalim biasane jadug (min khaitsu la yakhtatsib)

  4. akhmad nafi says:

    mohon maaf
    kalo bisa ditambahkan link buat nge Share biar manfaat buat lainya

  5. putra salafi says:

    menyenangkan… bagus banget

  6. Awiy bozox says:

    Up.moga barokah

  7. Abi Farhan says:

    Saya jadi membayangkan, keta-ketenya kakak beradik saat itu kayak apa ya? hehe..

  8. syamsul huda says:

    ekspresinya gus kholil sumpah bikin saya ngakak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *