Ketika Badanku Aktuil

Sebuah akademi swasta di Yogya terkenal dengan mahasiswi-mahasiswinya yang cantik-cantik. Seorang sepupu jauh yang cantik jelita –sebut saja: Ida– juga kuliah disitu dan menjadi primadona kampusnya. Harso, teman sekomplekku di Pondok Krapyak, tak henti-hentinya merengek-rengek minta kukenalkan dengan Ida, tapi tak juga kulayani karena aku sendiri sebenarnya kurang akrab dengan sepupuku itu.

Sore itu tiba-tiba aku merasa meriang. Badanku panas (AKTUIL) luar biasa. Harso ribut sekali ketika menemukanku tergeletak tak berdaya di kamar.

“Tipus ini, Bang! Pasti tipus ini!”

“Jangan sok tahu…”

“Sampeyan kan habis ngerawat Si Udin… tipus itu nular lho!”

Sebelumnya memang sempat beberapa hari aku merawat Udin yang kena tipus sampai ia dijemput orang tuanya.

“Ayo ke rumah sakit sekarang, Bang!”

“Badanku lemes…”

“Sebentar… sebentar…”

Harso keluar.

Tak lama kemudian ia kembali.

“Ayo, Bang! Itu aku sudah panggil taksi… nunggu diluar…”

“Aku lemes banget..”

“Sebentar… sebentar…”

Harso keluar lagi, lalu balik lagi dengan beberapa teman.

“Ayo! Ayo! Angkat ke taksi!”

Mereka pun ramai-ramai membopongku. Komplek J jadi hingar-bingar, seolah sedang terjadi tragedi besar!

Setelah memegang-megang perutku, melongok mulut dan memeriksa mataku, dokter PKU Muhammadiyyah itu lalu meneliti sekujur tubuhku. Ia berhenti di satu titik dekat lutut kiriku.

“Oooo… lha ini apa…”

“Apa, Dok?” suaraku lemah.

“Udun semat!” itu udun (bisul) yang kecil sekali tapi kronis infeksinya.

“Jadi bukan tipus?”

“Tipus apanya!” Dokter menjembik.

Setelah satu suntikan, demamku reda dan badanku terasa agak nyaman. Aku juga jadi cukup kuat untuk bangkit dan berjalan-jalan. Aku diperbolehkan langsung pulang tanpa opname. Aku lega sekali.

Anehnya, Harso kelihatan muram.

“Nggak jadi opname to, Bang?”

“Enggak”.

“Langsung pulang?”

“Iya. Memangnya kenapa? Kebeneran to?”

“Sialan…”

“Lho?”

“Tiwas susah-payah manggil taksi…”

“Lho?”

“Gagal cita-citaku mboncengin Ida kesini…”

One thought on “Ketika Badanku Aktuil”

  1. Achmad Shampton Masduqie says:

    hehe…. usaha yang ruuarbiasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *