Ukuran

ukuran

Terbukti membuat baju memang tidak mudah. Waktu SMP dulu ada tugas membuat baju dengan ukuran badan sendiri. Bu Guru PKK sudah memberi contoh pola dan mengajarkan cara memola dan memotong kain berdasarkan ukuran badan. Tapi dasar tidak ahli, tetap saja aku salah-salah memotong kain bahannya sehingga baju buatanku jadi tak karuan bentuknya.

Di Komplek J asuhan Kiyai Masyhuri Ali Umar, menantu Kiyai Abdul Qodir Munawwir –rahimahumallah, Pondok Pesantren Al Munawwir, Krapyak, Yogya, datang santri baru, sebut saja: Fulan. Dia itu sudah 15 tahun walaupun baru lulus SD. Seperti lazimnya kalau ada anak baru yang kelihatan pah-poh, teman-teman sekomplek merubung dan menggoda-godanya. Ketahuanlah bahwa ternyata dia itu belum sunat.

“Gawat!” kataku, “sudah baligh kok belum sunat? Bapakmu itu gimana?”

Berceritalah dia bahwa –karena kemiskinan– sejak kelas dua SD dia diikutkan program Foster Parents (orang tua asuh) yang dikelola oleh missionari Kristen di kampungnya. Dia diserahkan kepada Kiyai Masyhuri justru karena orang tuanya khawatir akan nasib keimanannya nanti.

Teman-teman sekomplek segera bersepakat untuk menggalang iuran membiayai sunatnya Fulan dan kami sepakati juga waktu yang ditentukan untuk mengantarkannya ke RS Sardjito.

“Sunat ke dokter itu lebih teliti dan lebih aman daripada Bong Supit (tukang sunat tradisional)”, demikian kata teman-teman, “dia kan sudah terlalu tua… pasti sudah alot!”

Berdasarkan kesepakatan, Rustamhari, teman sekamarku, bertanggung jawab memboncengkannya ke Rumah Sakit.

Malam sebelum berangkat esok harinya, Fulan datang ke kamarku.

“Bang Rustam mana?”

“Ada apa?”

“Mau menyerahkan ini”, dia menunjukkan secarik kertas. Kuraih kertas itu dan kubaca coretan diatasnya:

“Apa ini?”

“Kata Bang Rustam, harus tepat ukurannya supaya tidak salah potong”.

Aku menahan tawa,

“Lha yang titik-titik ini maksudnya apa?”

Fulan meringis-ringis seolah membayangkan kengerian,

“Motongnya jangan sampai lebih dari itu…”

One thought on “Ukuran”

  1. rohmat_buchori@yahoo.com says:

    kalau diameter 7 cm itu berarti habis dientup tawon endas gus, maksudnya keliling kali…hahahaha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *