Menunggu Yang Muda

Asy Syaikh Al 'Allaamah Zubair bin Dahlan bin Warijo

Asy Syaikh Al ‘Allaamah Zubair bin Dahlan bin Warijo

Mbah Kiyai Zubair rahimahullah, ayahanda Mbah Kiyai Maemoen Zubair Sarang, selain seorang ‘allaamah dan adiib yang langka tanding, juga seorang ahli ta’lim dan da’wah yang amat dicintai ummatnya. Pada masa sepuhnya, beliau seolah “punjering jagad”, pusat panutan bagi semesta ummat. Maka ketika beliau wafat, seorang santri menangisinya habis-habisan dihadapan Mbah Kiyai Baidlowi Lasem,

“Yaa Allaaahhh…” Si Santri meratap, “bagaimana ini, Mbah? Mbah Ber (panggilan kesayangan untuk Mbah Zaubair) sudah kapundhut... Yang sepuh-sepuh habis…. Bagaimana nasib kami-kami ini, Mbaaahhh… huhuhuuuu….”

Mbah Baidlowi tampak tenang-tenang saja.

“Nggak usah kau tangisi nemen-nemen”, beliau berujar enteng, “kau tunggu saja… nanti juga yang muda-muda jadi tua sendiri….”



2 thoughts on “Menunggu Yang Muda”

  1. hardiant says:

    Gubrakk ………….. ^_^  
    maaf sebelumnya Gus @Yahya C. Staquf /admin  salam kenal, kulo bade nderek  ngaji …..  :)      , salam kenal juga buat semua Teronggosongized

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *