Indeks Prestasi

Entah kenapa waktu itu saya dijadikan pengurus jama’ah musholla fakultas. Mungkin karena mula-mula saya memang suka berlagak alim. Tapi begitu jadi pengurus, segera ketahuan belang saya: bahwa saya terlalu banyak bergaul dengan orang-orang kurang rajin beribadah dan gemar bercanda-canda. Orang-orang yang kurang alim membanjir masuk jadi aktifis musholla. Kegiatan-kegiatannya pun berubah. Pengajian-pengajian lebih jarang, diskusi-diskusi politik mendominasi. Kalau sedang tak ada diskusi, mahasiswa-mahasiswa yang kurang alim itu suka duduk-duduk disekitar musholla sambil bergurau tak henti-hentinya. Begitu seringnya mereka bercanda-ria, sampai-sampai sebagian diantara mereka menjadi sangat ahli.

Ketika trend dagelan plesetan marak di Yogya, Universitas pun menggelar festival plesetan tahunan. Dan lihatlah: tiga tahun berturut-turut gelar juara direbut peserta dari fakultas kami, yang berasal dari kalangan aktifis musholla!

Salah seorang pemegang gelar itu namanya Deru. Orangnya memang lucu. Dan itu tidak mengherankan, karena agaknya dia memang datang dari keluarga dagelan. Setidak-tidaknya ia biasa bertukar dagel dengan ayahnya sendiri. Di waktu-waktu senggang mereka di rumah, ayah-anak itu gemar menghabiskan waktu bermain catur sambil saling melucu.

“Si Bintang itu pinter lho”, kata Deru sore itu.

“Bintang siapa?”

“Itu… temanku yang kesini tadi siang”.

“O… pinter gimana?”

“IPnya tinggi!” Maksudnya, Indeks Prestasi.

“Memangnya berapa?”

“Yaa… tiga koma sedikit-lah!”

“Lha kamu sendiri berapa?”

Deru nyengir.

“Aku sih… sedikit koma tiga…”

One thought on “Indeks Prestasi”

  1. Wahyu Widiananta says:

    Deru itu memang lucu… kebetulan dia satu sekolahan sama saya ketika di SMA 6 Jogja meskipun tidak sekelas… dari tampangnya saja dia sudah kelihatan lucu… ditambah dia punya tahi lalat yang lumayan gede diatas bibirnya…. Ada cerita dari temen sekelasnya… suatu ketika pada salah satu jam pelajaran sedang diadakan test/ulangan… Si Deru yang duduk di belakang terlihat merangkak ke depan ke tempat duduk temennya yang dia anggap pinter untuk minta contek… Tiba2 Guru yang mengajar melihat ulah si Deru yang sedang merangkak ke depan dan berkata : “… sedang apa kamu Deru..?”…. sekenanya Deru
    membalas : “….. meoong… meoong…meong…” sambil balik merangkak ke belakang dengan menirukan suara kucing……

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *