Calon II

Kyai Muslim Rifa'I Imampuro (Mbah Lim)

Kyai Muslim Rifa’I Imampuro (Mbah Lim)


“Gus Mus tidak akan mau karena tidak diijinkan oleh ibunya!” Demikian pernyataan Gus Dur jauh hari sebelum Muktamar.

Toh masih banyak juga yang menguber-uber Gus Mus agar bersedia dicalonkan dalam pemilihan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU menggantikan Gus Dur. Saking sebalnya, hampir sepanjang pelaksanaan Muktamar ke-30 di Lirboyo, Kediri, itu Gus Mus menyembunyikan diri di kamar penginapannya.

Adalah Mbah Lim (Kiyai Muslim Rifa’i Imampuro) yang pantang menyerah. Ia menerobos ke kamar Gus Mus siang-siang, dengan sebuah stopmap di tangannya. Ia beber isi stopmap itu didepan Gus Mus: selembar kertas bermeterai dengan tulisan tangan dan tanda tangan Mbah Lim sendiri.

“Baca! Baca! Baca!”

Gus Mus menurut:

“Bismillahirrohmaanirrohiim. Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan rosuulullaah. Mendukung 100% pencalonan Gus Mustofa Bisri untuk Ketua Umum PBNU periode 1999 – 2004. Muslim Rifa’i Imampuro (tanda tangan diatas meterai)”.

Gus Mus tertawa lebar,

“Al… ham… dulillaaah!”

Mbah Lim pun girang sekali,

“Bagus! Bagus! Bagus!”

“Lho! Memangnya njenengan sudah tahu kenapa saya alhamdulillah?”

“Mau to? Mau to?”

Gus Mus tak berhenti tertawa geli.

“Saya bersyukur sekali njenengan mendukung saya”, ia menjelaskan, “karena, barangsiapa njenengan dukung… pasti tidak jadi!”

Sontak Mbah Lim meraih piring kacang didepannya dan melemparnya keluar kamar,

“Bodong! Bodong! Bodong!”

Lalu terkekeh-kekeh tak henti-hentinya.

One thought on “Calon II”

  1. Adhang legowo says:

    untuk menelusuri kebenaran pernyataan Gus Mus.. peristiwa berikut membuktikannya:
    http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/04/03/81937

    & hasilnya : http://www.komhukum.com/kriminal-feed-3501

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *