Calon I

Saya tidak pernah aktif di GP Anshor. Maka tidak banyak aktifisnya yang saya kenal, apalagi yang beda generasi. Saya heran waktu muncul di Asrama Haji kemudian banyak orang serta-merta merubung dan menyalami saya. Dari mana mereka kenal saya?

“Terong Gosong, Gus!”

O…

Kongres ke-14 GP Anshor sudah usai, Ketua Umum baru sudah terpilih. Sebagian peserta sudah pulang, dan Asrama Haji Sukolilo terasa sepi. Saya sedang menunggu Akbar si pawang mobil yang masih sarapan ketika seorang teman lama menghampiri. Ia genggam tangan saya erat-erat,

“Selamat! Selamat! Saya mengakui kemenangan tim Anda dan saya menerima kekalahan secara ksatria!”

“Terimakasih”, saya menjawab riang, “memangnya sampeyan ikut tim suksesnya siapa?”

“Lho! Saya kan nyalon sendiri!”

“O… sampeyan kandidat juga to?”

“Iya!”

“Waduh… kok sampai saya nggak tahu ya? Habis… nggak ada spanduknya… nggak ada posternya… nggak ada manuvernya… dan…”, saya senyum-senyum menggoda, “nggak ada suaranya…”

Dia malah tertawa renyai,

“Lha daripada bikin selebaran, pasang-pasang poster, tapi cuma dapat suara DUA?!”

Ternyata dia Terong Gosong juga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *