Banser Artifisial

Barangkali Saifullah Yusuf, Ketua Umum –waktu itu– GP Anshor sudah bosan dengan humor tentang Banser. Maka, untuk perhelatannya yang terakhir sebagai Ketua Umum, yaitu Kongres ke-14, ia meminta bantuan Komandan Armada Timur untuk melatih pasukan Banser yang akan ditugaskan dalam perhelatan besar itu. Danarmatim memenuhi permintaannya dan pasukan Banser pun dilatih dengan amat intensifnya.

Di akhir pelatihan, banser-banser itu berubah total, sampai-sampai Dansatkornas (Komandan Satuan Koordinasi Nasional)-nya sendiri pangling dan menyangka mereka itu marinir beneran!

Patekur, misalnya, banser asal Sumobito, Jombang, yang bertugas sebagai anggota satuan pengawal VIP, sungguh mengingatkanku pada Paspampres. Caranya menghadap dan melapor pada Ketua Umum, membuka jalan, menempel, bahkan membukakan pintu mobil… benar-benar sempurna! Itu semua membuatku khawatir.

“Kur”, kugamit dia.

“Siap, Gus! Ada perintah, Gus?!” Waduh, dia langsung memasang sikap sempurna!

“Jangan bagus-bagus kerjamu…”

“Siap, Gus! Mohon ijin, Gus! Kenapa malah begitu, Gus?!”

Aku garuk-garuk kepala,

“Nanti kamu dikira marinir…”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *