Tidak Sopan dan Tidak Mutu

Tanpa sop.

Tanpa sop.

Kang Tarjan santri kalong yang gemar membuat kontroversi. Barangkali karena terlalu memuja Gus Dur. Di tengah perhelatan mantunya Gus Mus, ia membuat pernyataan mengejutkan didepan teman-teman ngobrolnya,

“Mbah Mus ini bikin walimah penganten kok tidak SOPAN!”

Teman-temannya jelas tidak terima,

“Maksudmu apa?”

“Lha jelas to?” Kang Tarjan berhujjah, “suguhannya cuma kueh-kueh, bistik, nasi campur dan es buah… sama sekali tidak pakai SOP!”

Di kali lain, ia ngrasani seorang kyai sepuh yang rois syuriyah NU,

“Mbah Fulan itu kyai sudah sepuh tapi tetap saja tidak MUTU!”

“Hus!” teman-temannya menegur, “kuwalat kamu nanti!”

“Lha wong MANAK saja enggak kok… bagaimana bisa MUTU?” katanya kalem.

____________________________________

Catatan:

Bahasa Jawa:

Pakai baju (klambi) = klambinAN

Pakai sandal = sandalAN

pakai sop = sopAN

MANAK = beranak

MUTU = bercucu

Mbah Kyai Fulan itu memang tidak punya anak.

One thought on “Tidak Sopan dan Tidak Mutu”

  1. alfahmi says:

    :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *