Tidak Jualan Material

Ayah saya namanya Kholil, oleh para kerabat dekat dipanggil dengan nama kesayangan “Ying”: Mas Ying, Lik Ying, Mbah Ying, dan seterusnya.

Suatu kali ada telepon masuk, saya angkat. Suara perempuan di seberang jelas sekali memperdengarkan logat keturunan Tionghoa yang medok,

“Oom, besine cepet dianterno hari ini ya. Kemaren udah tak bilangno Bun lho!”

Bingung karena nggak ngerti urusannya, saya pun mengklarifikasi,

“Sampeyan ini mau cari sapa?”

“Oom Yong. Ini rak rumahe Oom Yong se?”

Nah ‘kan, batin saya, salah sambung ini.

“Oom Yong sapa?”

“Oom Yong yang jualan material!”

“Oh bukan”, saya menjelaskan, “ini rumahe Oom YING… jualan SPIRITUAL!”

3 thoughts on “Tidak Jualan Material”

  1. alfahmi says:

    hahahahaha :)

  2. Husnul Ibad Asyrofi says:

    HE3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *