Terselamatkan (Bagian Terakhir dari Trilogi)

terselamatkan

Ba’da maghrib ada tamu, seorang kenalan baru, mahasiswa Ummul Quro asal Gresik. Ghufron, TKI asal Sedan, Rembang, membawanya kepadaku. Kami sedang asyik bercakap-cakap ketika tiba-tiba Abdul Aziz menyeruak kedalam kamar.

“Yahya! Tolong ikut aku sebentar!” wajahnya kelihatan tegang.

“Ada apa?”

“Ayolah! Ikut keluar sebentar!”

“Lagi ada tamu ini!”

“Sebentar saja!” lalu mengangguk kepada tamu-tamuku, “‘afwak… tibgha Yahya suwayya bas..” (Maaf… saya butuh Yahya sebentar saja…)

Tamu-tamuku pun mempersilahkan.

Tujuh atau delapan anak muda seumur Aziz bergerombol didepan pintu imarah. Semuanya bertampang Pakistan. Kupikir mereka itu teman-temannya. Maka aku ucapkan salam dan menjabat tangan mereka satu per satu.

Abdul Aziz segera terlibat percakapan dengan salah seorang dari mereka, dalam bahasa Urdu atau Hindi –mana aku tahu?

“Aap che… aap che… ‘tumbar ‘miri jahe…” dan seterusnya. Tak satu kata pun kumengerti. Tapi aku bisa menandai dari nadanya, bahwa pembicaraan mereka itu makin lama makin panas.

Tiba-tiba Abdul Aziz mencengkeram leher baju lawan bicaranya sambil mengangkat tangan yang satunya, hendak memukul! Aku kaget sekali dan serta-merta menubruk Aziz, menyikap badannya dan memisahkan mereka. Tetangga-tetangga berdatangan, ikut mencegah perkelahian. Rabb Nawaz juga muncul tak lama kemudian, entah baru pulang dari mana.

Sementara kakak iparnya berbicara kepada anak-anak muda yang masih bergerombol di halaman, Abdul Aziz kuseret masuk kedalam rumah.

“Kamu ini kenapa? Ada urusan apa dengan mereka?” aku penasaran.

“Mereka memang datang kesini untuk mengeroyokku”, Abdul Aziz geram, “dikira aku nggak berani?”

“Kamu gila ya? Masak delapan orang mau kau lawan?”

Abdul Aziz menggeretakkan gigi.

“Makanya kuajak kamu… biar kaget mereka! Harusnya langsung kau libas saja mereka tadi… biar tahu rasa!”

Aku tercekat. Darahku membeku. Jadi dia mengajakku tadi maksudnya…. Apa jadinya kalau…. Yaa Allaaah… sungguh aku bersyukur kepadaMU, telah Kau selamatkan dari bualanku sendiri…!

2 thoughts on “Terselamatkan (Bagian Terakhir dari Trilogi)”

  1. imam says:

    matur nuwun yai ,.dados tambah ilmu lan hiburan.

  2. imam says:

    matur nuwun yai..dados tambah ilmu lan hiburan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *