Pohon Jati


Beberapa putera Hadlratusy Syaikh Hasyim Asy’ari meninggal di usia muda. Kiyai Wahid dan Kiyai Karim contohnya. Bahkan juga cucu beliau, Kiyai Ishomuddin Hadziq. Mereka semua adalah ulama brillian, yang dipanggil Allah justru di puncak capaian prestasinya.

“Di Tebuireng ini berlaku hukum pohon jati”, kata Pak Ud, Kiyai Yusuf Hasyim rahimahullah.

Yang tengah duduk-duduk ngobrol bersama beliau adalah kiyai-kiyai Jombang. Diantaranya: ‘Yi Delan (Kiyai Adlan ‘Ali, Rais ‘Aam –waktu itu– Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah dan qori’ Tebuireng yang paling sepuh dan paling disegani), dan Mbah Aman (Kiyai Amanullah Abdurrohim, keponakan Kiyai Abdul Wahhab Hasbullah, Tambakberas) rahimahumullah ajma’in.

“Hukum pohon jati itu gimana?” orang-orang bertanya.

“Yang lurus-lurus, walaupun masih muda, ditebang duluan”, Pak Ud menjelaskan, “yang bengkok-bengkok, walaupun sampek tuwwek kayak saya ini, masih dibiarkan!”

Hadirin manggut-manggut, menghargai tawadlu’nya Pak Ud.

Tapi tiba-tiba Mbah Aman nyeletuk,

“Lha ‘Yi Delan ini gimana?”

Pak Ud tercingak, baru ingat kalau ‘Yi Delan juga sudah sepuh!

‘Yi Delan mesam-mesem, Pak Ud mesem kecut…

Lahumul faatihah!

2 thoughts on “Pohon Jati”

  1. KANG JULI says:

    mendengar crita ttg beliau2 mskipun dlm rangka guyonan ttp pengen nangis, lahumul fatihah

  2. Bambang says:

    Apakah ini bpk jazuli yg dr madura?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *