Kehabisan Suwuk

Kyai Bisri Mustofa Rembang dikenal banyak menulis kitab. Diantara jenis kitab karyanya adalah kumpulan doa-doa dan suwuk. Doa-doa dan suwuk-suwuk itu beliau kulak dari guru-gurunya dan kyai-kyai yang lain, dikumpulkan, lalu disetor ke penerbit.

Selain gurunya sendiri (Kyai Kholil Harun, Rembang) kyai yang oleh kyai Bisri paling banyak dikulak suwuknya adalah Mbah Kyai Ma’ruf Kedonglo Kediri. Setiap ada acara di Kediri atau kebetulan lewat, Kyai Bisri selalu menyempatkan mampir sowan ke tempat Mbah Ma’ruf, seperti saat itu,

“Ijazah suwuke malih, Mbah!”, kata Kyai Bisri, minta ijazah suwuk yang baru. Kyai Ma’ruf menggerutu,

“Suwukku entek mbok doli kabeh!” (Suwukku habis kamu jual semua!)

6 thoughts on “Kehabisan Suwuk”

  1. aku wong gresik says:

    kulo inggih purun disuwuk

    Matur suwun

  2. Jama'ah fesbukiyah says:

    Ah ah ah…

  3. ulul arham says:

    eh eh eh… sidane oleh suwuk boten…

  4. suprih hidayat says:

    mbah Bisri entuke bathine dodolan, mbah Ma’ruf entuk …royalti..kudune…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *