Gertak Sambal [Terong] (Bagian Kedua dari Trilogi)

gertak-sambal-terong

Agaknya, mulutnya Mahrus itu memang sungguh-sungguh berguna. Semakin banyak ia mengobrol dengan Abdul Aziz, anak muda itu semakin segan kepadaku. Mula-mula memang ia kurang percaya dan mencoba mengecek,

“Apa benar kamu ini pendekar kung fu?”

Aku berlagak cuek,

“Yaah… cuma tahu sedikit-sedikit saja…”

“Kamu pegang sabuk hitam ya?”

“Itu cuma hiasan… nggak ada artinya”.

Abdul Aziz berusaha meneliti wajahku. Mencari jejak-jejak kebohongan. Tapi tak berhasil karena aku menunduk dalam-dalam, pura-pura asyik membaca kitab.

“Bagaimana caranya supaya badan jadi kuat, supaya bisa memukul lebih keras?” kali ini ia terdengar ingin sekali belajar.

Aku menghela napas, mengambil waktu untukĀ  memperhitungkan kecerdasannya dan mengira-ngira nyalinya.

“Kekuatan itu tidak penting”, kataku, “yang penting adalah kecepatan…”

“Masa?”

Kupandangi wajahnya. Alangkah lugunya anak ini. Dan aku segera menyelesaikan kalkulasiku.

“Mau coba?”

“Coba gimana?”

“Coba pukul aku!”

Abdul Aziz ragu. Kutatap matanya tajam-tajam,

“Ayo! Pukul aku!”

Abdul Aziz tertegun, lalu mengibaskan tangan ke udara.

“Yang kau baca itu kitab apa?” ia mengalihkan pembicaraan. Aku tertawa dalam hati, diam-diam merasa lega sekali.

Abdul Aziz makin percaya kepada Mahrus dan menelan omong kosong apa pun yang dijejalkannya.

Ketika aku sedang duduk-duduk sendirian di lobby, Abdul Aziz menghampiriku.

“Kenapa kamu datang kesini?” ia bertanya.

“Ke rumah ini?”

“Ke Makkah. Kenapa kamu datang ke Makkah?”

“Memangnya kenapa?”

“Kamu ini pendekar kung fu… Doktor lulusan Amerika… ahli komputer… datang ke Makkah mau cari apa lagi?”

Aku tercenung. Sungguh sulit memikirkan jawaban yang bagus sambil menahan tawa. Mahrus itu entah otaknya entah mulutnya saja yang menying!

“Di Amerika tak ada Ka’bah!” jawabku, lalu buru-buru pergi supaya bisa ketawa sepuas-puasnya.

2 thoughts on “Gertak Sambal [Terong] (Bagian Kedua dari Trilogi)”

  1. edhie says:

    Wkwkwkwk…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *