Banser Handal

Ansor Tempo Doeloe

 

Banser adalah satuan pengamanan yang handal. Mereka sigap dan terlatih. Tahu benar apa yang harus dilakukan menghadapi berbagai macam keadaan.

Di sebuah lapangan di Sumenep, Madura, malam itu, ribuan orang mengadiri ceramah pengajian Gus Mus. Begitu acara pengajian selesai, hadirin langsung menyerbu deretan kursi utama. Gus Mus menjadi obyek rebutan salaman. Sejak menyambut uluran tangan pertama, Gus Mus merasa agak jengah karena ternyata ada amplopnya. Tapi tangan kedua juga ada. Tangan ketiga, keempat, kelima… semua berlapis amplop terlipat. Nyaris seluruh pengunjung merangsek berusaha mendekati Gus Mus. Mereka sampai saling dorong, seolah kuatir tidak kebagian. Alangkah repotnya Gus Mus melayani mereka.

Satu regu Banser datang dan mengambil alih situasi. Entah apa yang mereka teriakkan, yang jelas orang-orang jadi mundur. Kalau ada yang ngeyel, Banser-banser itu tak segan-segan mendorongnya. Dengan sigap, Gus Mus diapit dan dibawa menyingkir, langsung masuk mobil yang telah siap-sedia, dan melesat pergi serta-merta.

Gus Mus mengamati dari balik jendela. Massa belum beringsut dari lapangan itu. Mereka menguntapkan mobil Gus Mus sambil melambai-lambaikan tangan. Gus Mus meraba saku bajunya yang tidak terlalu menggelembung. Baru beberapa lembar amplop terselip didalamnya.

“Wah… nasibku…”, Gus Mus menyesali diri, “gara-gara Banser, aku tidak jadi kaya…”

Jenjang karir BANSER: Kopral - Pasukan Strategis - Pasukan Khos... hingga akhirnya...

 

Jenderal TNU!

3 thoughts on “Banser Handal”

  1. Ro Ha says:

    ternyata oh ternyata
    *tp sepertinya itu bukan maksud GUs MUs
    :))

  2. supri manutd chicarito says:

    selalu baris terakhir paling bermakna dn terasa mengena…

  3. tamam ayatullah malaka says:

    ha ha ha huaaaahaa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *