Melankolis


Munawar, pengurus pondok, tak mau kalah dari Waji. Ia ikut getol mencar-cari, sampai menemukan satu istilah yang menurutnya paling indah: MELANKOLIS.

Munawar amat gembira dengan penemuannya itu dan benar-benar dipenuhi semangat untuk mempergunakannya sesering mungkin.

Ketika seorang gadis cantik lewat didepan pondok, Munawar berkomentar,

“Ck ck ck… gadis yang melankolis…”

Melihat santri yang dita’zir terbungkuk-bungkuk menguras WC, Munawar geleng-geleng kepala,

“Sungguh pekerjaan yang melankolis!”

Ketika jetikan ngawurnya kebetulan berhasil memasukkan buah karambol, Munawar bersorak gembira,

“Wuaahh! Pukulan yang melankolis!!”

3 thoughts on “Melankolis”

  1. edi winarno says:

    sungguh melankolissss…..

  2. edi winarno says:

    sungguh melankolisss….

  3. Lintang Panjer Rino says:

    He..he… Melo… :)P

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *