Lebih Jauh Tentang Waji: Waji dan Gus Mus

Waji, khadam ndalem Gus Mus, tenaganya besar dan jari-jari tangannya besar-besar pula. Maka, setiap Gus Mus membutuhkan pijat, Wajilah petugasnya. Waji amat kuat lagi taat. Seberapa lama pun ia memijat, tak pernah ia mengeluh, dan ia takkan berhenti sebelum Gus Mus menyuruhnya berhenti.

Suatu malam, Gus Mus teramat capai sehingga tertidur ditengah-tengah pijatan Waji. Waji yang taat, meskipun tahu kyainya sare, tak menghentikan pijatannya.

Tiba-tiba, entah sudah pukul berapa malam itu, Gus Mus merasa sesak dan sulit bernapas sehingga terbangun dari tidurnya. Sudah terbangun pun masih megap-megap karena merasakan beban yang teramat berat di punggungnya. Buru-buru berontak dan menengok kebelakang… apa yang terjadi?

Waji tidur menelungkup diatas punggung Gus Mus!

Catatan: Baru kemaren sore Waji datang ke Rembang, minta pangestu karena sekarang sudah jadi kiyai di Palembang.

5 thoughts on “Lebih Jauh Tentang Waji: Waji dan Gus Mus”

  1. alfahmi says:

    HAHAHAHAHA

  2. hana says:

    lucu……

  3. imam says:

    hidmah membawa berkah

  4. iskandar ghozali says:

    Subhanallah..

  5. Majid says:

    Ketaatan seorang santri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *