Qiyas

Akhirnya santri-santri Mekah asal Indonesia sepakat harus membahas “HUKUMNYA PERGI KE MASJIDIL HARAM”. Apa pasal? Musibah paras-paras jelita di Masjidil Haram semakin terasa berat. Setiap thawaf, misalnya, engkau harus melintasi gadis-gadis yang bersimpuh di pinggiran mathaf, dari segala ras manusia yang ada di muka bumi ini. Paras-paras jelita yang tak terhitung jumlahnya itu tidak hanya bisa mengacaukan wiridanmu, bahkan bisa bikin pening kepalamu!

Kesimpulannya: pergi ke Masjidil Haram tidak berubah afdloliyyahnya. Adapun merajalelanya peluang maksiat (memandangi perempuan-perempuan cantik) dianggap tidak berpengaruh. Kesimpulan ini diambil dengan mengqiyas dari hukumnya air, yaitu bahwa air yang banyak tidak akan menjadi najis oleh campuran sedikit. Keutamaan Masjidil Haram itu teramat sangat agungnya sehingga tak mungkin terhapus oleh peluang dosa-dosa kecil.

Catatan:
Peserta bahtsul masail itu semuanya laki-laki dan sebagian besar belum kawin.

3 thoughts on “Qiyas”

  1. uswah says:

    hahaa.. sebagian besar belum kawin.. mantap gus analognya :D

  2. Majnoon says:

    huehehehe…..ngiras ngirus ibadah dapet bonus cuci mata Gus…

  3. Anto says:

    Wkwkwkwk…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *