Sorban Baru

Belajar dari pengalaman buruk Gus Bal, Gus Bul, sepupunya, memilih yang rumahnya agak jauh. Gus Bul punya keuntungan karena dia itu muballigh yang lumayan laris. Setiap habis pengajian ia bisa mampir dulu ke rumah isteri muda, lalu buru-buru pulang ke rumah isteri tua.

Celaka empat ratus tiga belas, suatu malam ia ketiduran di rumah isteri muda sampai hari terang! Ini sungguh berbahaya! Ning Nis, isteri tuanya yang berlipat lebih galaknya daripada Ning Nah, pasti curiga!

Gedandapan Gus Bul mengenakan pakaian. Isteri mudanya yang masih lelap tak ia bangunkan. Sorban diudheng-udhengkan serampangan, lalu buru-buru melompat kedalam mobil dan tancap gas pulang!

Benar saja, Ning Nis penuh tanda tanya, dengan selidik penuh curiga pula,

“Kok sampai siang begini, Bah?!”

“Mobilnya mogok!”, Gus Bul membuat alasan dengan cerdik sekali.

Isterinya mengamati dengan pandangan aneh dan dahi berkerut,

“Lha sampeyan kok sorbanan pakai KAIN KERUDUNG itu dapat dari mana?!!!”

One thought on “Sorban Baru”

  1. ahmadi says:

    gak kuat ngempet guyu wahahahaha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *