Sepak Bola Mbeling Atawa Sepak Bola Jagoan

Di Pondok Lirboyo, Gus Kholil adalah saudara seperguruannya Gus Idris dan Gus Makshum, pendekar-pendekar kanuragan kelas wahid. Maka ketika pindah ke Krapyak, ia pun menjadi jagoan langka tanding, karena di Krapyak itu kebanyakan santrinya intelek yang lembek-lembek.

Pada pertandingan sepak bola antar-santri suatu kali, seorang pemain timnya diganjal keras oleh pemain lawan. Setia kawan, Gus Kholil yang kapten kesebelasan pun ingin membalas. Pada incaran pertama, si pengganjal itu lolos karena gesit menghindar. Incaran kedua pun belum beruntung karena si pengganjal lebih dulu tersandung dan jatuh sendiri. Kesempatan ketiga justru datang ketika Gus Kholil berdiri agak jauh saat si pengganjal mendapat bola. Tak perduli zona marking, Gus Kholil langsung memburunya.

Menyadari dirinya diincar, si pengganjal buru-buru mengoper bola dan lari menjauh. Tapi, alih-alih mengejar bola, Gus Kholil tetap mengejar si pengganjal itu, yang terus lari ketakutan meninggalkan lapangan. Gus Kholil terus mengejarnya. Si pengganjal makin ketakutan dan lari lebih kencang ke arah masjid.

“Ampun, Gooos! Ampoon! Kapook!” dia terik-teriak histeris.

Gus Kholil terus mengejar hingga berhasil menangkap dan menepang pantatnya di belakang masjid. Yang jadi wasit tak sempat meniup peluit karena sibuk terbahak-bahak sendiri.

Ketika pertandingan dilanjutkan dan Gus Kholil menggiring bola, tak seorang pun berani mengganggunya. Ia pun melenggang ke depan gawang lawan, hingga tinggal berhadapan dengan kipernya. Si kiper, yang tak lain adiknya sendiri, Gus Mustofa, bukannya siap-siap menangkap bola malah berkacak pinggang menantang.

Gus Kholil tanggap. Bola tidak ditendang tapi ia singkirkan begitu saja. Lalu menubruk adiknya, dan mereka pun berkelahi sejadi-jadinya…

16 thoughts on “Sepak Bola Mbeling Atawa Sepak Bola Jagoan”

  1. hasbi says:

    Jar ke wae,Podo klwargane

  2. Faridpgnsukses Duniaakhirat Cahayacellalmakky says:

    SubhanaLLah…………… enten” mawon…………

  3. Fadlys Zon says:

    hahaha……….

  4. Nurul Huda Syam says:

    Saiki gus Yahya wani ra ngiperi tendangane gus Mus..

  5. Ipung Udin says:

    sepak bola yg aneh haha…

  6. joen says:

    wasite piye opo rak nduwe kartu merah

  7. Wayne Pooha says:

    wah…….. siap tak praktekne lah………

  8. munir says:

    hmm.hmm. ihik

  9. Jama'ah fesbukiyah says:

    Wha ha ha….
    Ampek guyu kepingkel2 aku moco crito iki…
    Oke… Menghibur bangget.

  10. Edi Winarno says:

    Hahaha…. ‘one on one’ itu.
    Hajar,gus…..

  11. ahnaf says:

    inget waktu kecil sama adik

  12. ali habiibak says:

    ma sya allah..aku sampe tertawa terpingkal pingkal, sendirian lg

  13. Bisri Mustofa says:

    Jaman itu belum ada kartu berwarna kali!

  14. ridwan says:

    Kenangan yg konyol tapi sangat UNIK…hehe

  15. meganthropus says:

    karang gih sampun kebelet… dibacutke sisan mawon… marem tenan… wani pora..??

  16. KANG JULI says:

    kulo yakin gus, yg ketawa tanpa nulis komen lbh bnyak,,,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *