Do'a

Padang, suatu hari di tahun 2002. Acara ceramah tunggal K.H. Abdurrahman Wahid dihadapan kader-kader PKB dan jajaran pengurus NU se Sumatera Barat ditutup dengan doa yang dipimpin oleh seorang tokoh setempat.

“Alfaatihah!” tokoh itu memulai dengan seruan, lalu disusul bacaan doanya, “Allahumma aushil tsawaaba maa qoro’naa ilaa hadlroti ruuhi Kiyai Abdurrahman Wahid. Allahummaghfir lahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu..”

Takut menyinggung perasaan orang tapi nyaris tak kuat menahan tawa, saya sentuh lengan Gus Dur disebelah saya.

“Jangan kuatir”, bisik Gus Dur, “Aku masih hidup kok…”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *