Terong Gosong

Sambal Terong

Kopdar I: Tambakberas, Jombang

Lan Fang

Kopdar I

Di Makam KH Wahab Hasbullah

Kopdar II: Leteh, Rembang

Gus Yahya Cholil Staquf, Lan Fang, dan KH A. Mustofa Bisri

KH A. Mustofa Bisri

Terong Gosong di Amerika

Terong Gosong di Belgia

Pengantar Buku “The Terong Gosong”

UNTUK YANG MASIH PENASARAN DENGAN MAKNA “TERONG GOSONG” DAN BELUM BELI BUKUNYA. Yang namanya buku itu memanglah penakut, tak pernah berani terbit sendiri. Selalu saja harus ada pengantarnya.  Maka apa boleh buat, untuk buku ini pun terpaksa harus disediakan pengantar pula. Buku ini dimaksudkan sebagai seri pertama dari seri-seri yang akan terbit kemudian. Judulnya: “The [...]

Read More

Tujuannya Mayyit

Abul ‘Ulaa alias Asy’ab nama aslinya Syu’aib bin Jubair, dulunya budak milik ‘Aisyah binti ‘Utsman bin ‘Affan, kemudian dimerdekakan. Ia lantas hidup bergantung pada pemberian atau bersiasat nebeng makanan orang, sampai-sampai dijadikan “ikon” ketamakan. Diantara ungkapan bahasa Arab yang populer untuk mencela orang tamak adalah: أطمع من أشعب “Lebih tamak dari Asy’ab”. Tamak adalah watak [...]

Read More

Kanjeng Nabi yang Tidak Mau

Pada suatu Ramadlan, saya berangkat umroh. Dalam perjalanan Jakarta-Jeddah, kebetulan kursi saya di pesawat bersebelahan dengan Tifatul Sembiring –waktu itu dia masih ketua partai dan belum jadi menteri– dan kami pun sedikit mengobrol setelah saling menyapa. “Berapa hari?” ia bertanya. “Yah… seperti biasa… tiga hari di Madinah, lalu empat hari di Makkah” “Saya sepuluh hari [...]

Read More

Yang Belum Beres di Indonesia

Untuk menetapkan langkah politik, Gus Dur biasa membuat kalkulasi rasional yang rumit. Tapi itu bukan satu-satunya pertimbangan. Gus Dur pun biasa mengecek hasil kalkulasinya dengan nasehat orang-orang waskita, yakni yang diyakininya sebagai golongan muqorrobin. Diantara yang ia cari dan ia perhatikan nasehatnya adalah Gus Miek, Kiyai Hamim Jazuli. Suatu kali, disela maraton pengumpulan informasi dan [...]

Read More

Ban Karambol

Biasanya Kyai Kholil Bisri, Rembang, datang ke pengajian agak lambat, mepet saatnya mau’idhoh hasanah. Tapi malam itu haflah di sebuah pesantren, Kyai Kholil datang mruput, sejak awal acara sudah duduk di majelis. Mungkin karena beliau penggemar suara emas Kyai Yusuf Kholil, Sedan, yang malam itu didapuk membawakan tilawah Quran. Adalah Kyai Yusuf yang kemudian jadi [...]

Read More

Al Munawwir

Naskah kamus sudah selesai ditulis, tapi Kyai Warsun tak kunjung menyerahkannya kepada penerbit untuk dicetak. Ia membawa naskah itu ke Rembang untuk ditunjukkan kepada Kyai Bisri Mustofa, “Mohon diperiksa, Kyai, kalau-kalau masih ada kekurangannya”. Kyai Bisri malah tak mau menyentuh naskah itu. “Buat apa?” katanya, “sudah jadi begini ya langsung dicetak saja!” Kyai Warsun meringis [...]

Read More

Fikih Ciblon

Syari’at adalah panduan untuk menetapi tingkah yang paling patut dalam setiap situasi atau aktifitas. Kepatutan itu ditimbang terkait hubungan antara manusia dengan tuhannya dan dengan sesamanya. Dalam sudut pandang ini, syari’at lebih merupakan “alat bantu” ketimbang “palu vonis”. Yakni membantu manusia untuk mencapai kebaikan, bukannya menghakimi. Larangan menghadap atau membelakangi kiblat saat buang hajat ditempat [...]

Read More

Fikih Kethoprak

Gus Dur memanglah maniak filem. Bagian amat besar dari “petualangan”-nya sepanjang Kairo-Baghdad-Amsterdam di era 1960-an adalah tentang bioskop. Gus Mus meriwayatkan, betapa hampir tiap hari ketika bis kota yang mereka tumpangi sampai di halte dekat kampus Al Azhar, Kairo, Gus Dur justru enggan turun. Penumpang bis yang padat berdesak-desakan ia jadikan alasan. “Saya gemuk begini. [...]

Read More

Fikih Bendungan

Fiqih itu luas dan luwes. Apalagi jika berfiqih secara manhaji, yakni dengan mendayagunakan ushul-nya. Salah satu kaidah fiqih nyaris secara literer menggambarkan keluasan dan keluwesan itu: الأمرإذا ضاق اتسع و إذااتسع ضاق “Segala urusan itu jika sempit terluaskan, jika luas menyempit” Maka, fiqih pun mensyaratkan kontekstualitas, sebagaimana panduan kaidah: الحكم يدور مع علته وجوداوعدما “Segala [...]

Read More

Kuasa Manusia dan Takdir Allah

Walaupun sama-sama dianggap mu’tabar (legitimate) dalam lingkungan Ahlussunnah Wal Jama’ah, tidak berarti madzhab Imam Abu Manshur Al-Maaturidi dan madzhab Imam Abul Hasan Al-Asy’ari itu sama dan sebangun. Ada macam-macam perbedaan pendapat antara keduanya. Dalam hal kebebasan manusia (al-hurriyyah al-insaaniyyah –terhadap kuasa Tuhan) misalnya, Al-Asy’ari memandang keberadaan kuasa manusia (qudroh insaaniyyah) itu membarengi tindakan (aksi) tanpa [...]

Read More

Page 1 of 2012345...1020...Last »